CIPTAKAN ATMOSFER SISWA YANG KREATIF, KOMUNIKATIF DAN KOLABORATIF

By Humas PPID SMA Negeri 1 Campaka 16 Jan 2020, 11:16:57 WIB Pendidikan
CIPTAKAN ATMOSFER SISWA YANG KREATIF, KOMUNIKATIF DAN KOLABORATIF

Gambar : Dubes Indonesia Untuk Kyrgistan, Sunaryo Kartadinata


Guna menerapkan penguatan pendidikan karakter di sekolah, guru tak hanya dituntut memberi contoh pada siswa. Lebih dari itu, pendidikan di sekolah harus mampu menciptakan atmosfer yang menciptakan siswa untuk berpikir kritis, komunikatif, dan kolaboratif.

Hal tersebut disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan merangkap Kirgizstan, Sunaryo Kartadinata pada rapat terbatas dengan Pimpinan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Dewan Pendidikan Provinsi Jabar. Rapat terbatas dengan materi Grand Design Pembangunan Pendidikan Isu Global dan Implementasinya di Jawa Barat ini, digelar di Operation Room Kantor Disdik Jabar, Jalan Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Senin (13/1/2020) malam.

"Pendidikan tidak hanya mengandalkan narasi, tapi juga menciptakan kultur atau suasana pembelajaran melalui kreativitas guru," ucapnya. 

Menurut Sunaryo, kreativitas guru menjadi kunci dalam penguatan pendidikan karakter di sekolah. Sehingga, unsur komunikatif dan kolaboratif harus benar-benar dimaksimalkan. Salah satu bentuk kolaborasi antara guru dan siswa bisa dilakukan dalam penentuan nilai.

"Ketika menentukan jawaban soal, jawabannya itu kesepakatan guru atau kelompok? Jawabannya adalah pendapat guru sendiri sehingga kolaborasi tak terbentuk. Dalam satu kelas, tunjuk wakil kelompok atau siswa untuk bicara," ujar Rektor UPI periode 2005 hingga 2015 tersebut.

Proses pendidikan, lanjutnya, harus mulai bergeser dengan tak lagi mengutamakan target kuantitatif. Tetapi, fokus pada proses menciptakan anak yang kreatif, inovatif, dan bertanggung jawab. "Ini menjadi sebuah gagasan pokok untuk pendidikan di Jabar. Perlu pengawalan dan line command yang kuat dari provinsi, kemudian ke kabupaten/kota," tutur Ketua Umum Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) itu.

Sehingga, tegasnya, peran Disdik bukan sebatas birokrasi, tapi juga merupakan koridor untuk menyatukan visi Jabar ke seluruh kabupaten/kota melalui pendidikan. "Visi itu adalah perekat. Sebab, konsep Jabar Juara enggak bisa dilempar begitu saja," tegasnya.

Rapat terbatas ini dihadiri oleh Kadisdik Jabar, Dewi Sartika, Sekdisdik Jabar (Wahyu Mijaya), Kepala Bidang Pembinaan SMA (Yesa Sarwedi), Kepala Bidang Pembinaan SMK (Deden Syaiful Hidayat), Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (Asep Suhanggan), dan Dewan Pendidikan kabupaten/kota.

Sumber : http://disdik.jabarprov.go.id/ Nizar Al Fadhilah




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment