HARI AKSARA INTERNASIONAL MOMENTUM BERANTAS BUTA HURUF

By Kominfo IT SMAN 1 Campaka 19 Nov 2019, 09:04:34 WIB Pendidikan
HARI AKSARA INTERNASIONAL MOMENTUM BERANTAS BUTA HURUF

Gambar : Kegiatan Hari Aksara Internasional yang dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.


Hari Aksara Internasional atau International Literacy Day menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat soal pentingnya membaca dan mendorong sejumlah pihak guna memberantas buta huruf.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar), Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Aksara Internasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019 di Halaman Pendopo Kab. Garut, Kamis (14/11/19).

“Hari Aksara adalah momentum untuk mengingatkan kembali masyarakat agar melek huruf dan gemar membaca, membaca, dan membaca,” ujar Uu.

Uu menyatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar terus berupaya meningkatkan minat membaca pada masyarakat. Di antaranya, dengan menghadirkan "Kolecer" (Kota Literasi Cerdas) dan "Candil" (Maca Dina Digital Library).

Kolecer sendiri, ungkap Uu, sudah disebar ke-27 kabupaten/kota di Jawa Barat. "Melalui inovasi, Kolecer bisa ditempatkan di mana saja. Kalau di desa, Kolecer bisa ditempatkan di balai desa, sedangkan di perkotaan bisa di taman," ungkapnya.

Sedangkan Candil, lanjut Uu, merupakan e-Library yang menyediakan lebih dari 500 judul e-Book. Jumlah tersebut akan terus bertambah setiap tahunnya. "Inilah inovasi untuk memperkuat budaya literasi di Jawa Barat," ucap Uu.

Salah satu cara menghindari berita bohong atau hoax, menurut Uu, yaitu dengan meningkatkan literasi. "Dengan membaca, kita mendapatkan ilmu, pengetahuan. Seseorang bisa sukses dengan banyak membaca. Membaca itu penting," tegasnya.

Pemprov Jabar pun, tambah Uu, tengah berupaya memberantas buta huruf Alquran dengan menggagas sejumlah program, seperti Magrib Mengaji dan Satu Desa Satu Hafidz (Sadesa). Program yang diluncurkan untuk meningkatkan pengetahuan agama, khususnya pada generasi muda ini, bekerja sama dengan para kiai, ulama, dan ormas Islam.

"Pendidikan agama jangan ketinggalan karena itu bagian dari pendidikan karakter,” tegas Uu.

Uu menjelaskan, angka buta huruf di Jawa Barat di bawah 1%, tapi penduduk Jawa Barat banyak, hampir 50 juta jiwa. "Semoga angka ini terus menurun," harapnya.

Hal senada disampaikan Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD-Dikmas) Kemendikbud RI, Harris Iskandar. Harris mengatakan, Hari Aksara Internasional diperingati untuk memberantas buta huruf.

"Maka, semua elemen bersepakat melakukan strategi dalam pemberantasan buta huruf. Sekarang tinggal 1,93 persen. Pada dasarnya, umur 15- 59 tahun persentase buta huruf sudah semakin sedikit," ungkapnya.

Meski begitu, lanjut Harris, dalam Sustainable Development Goals atau SDG’s, buta huruf harus diberantas pada 2030. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. "Mudah- mudahan 2030 sudah mendekati angka nol," harapnya.

Demikian pula yang disampaikan Bupati Garut, Rudy Gunawan. Rudy mengatakan, Hari Aksara Internasional merupakan momentum menyosialisasikan program percepatan pemberantasan buta huruf.

"Saya menyambut baik kegiatan Hari Aksara Internasional ke-54 ini karena sangat mendasar dan penting," ucapnya.

Rudy berharap, Kabupaten Garut khususnya dan Jawa Barat pada umumnya bisa bebas buta huruf. "Saya harap semua melek huruf karena akan mencerdaskan anak-anak kita,” harapnya.

Peringatan Hari Aksara Internasional 2019 Tingkat Provinsi dengan tema "Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat" ini, dihadiri 10.000 peserta dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Oleh : Riska Y Imelda / DISDIKPROVJABAR




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment